Translate
- Back to Home »
- Artikel »
- Otaku atau Weaboo
Posted by : Oktaviar
Selasa, 25 November 2014
Ya, mungkin yang terlintas di kepala kalian adalah "Apa itu Otaku?". Otaku dalam bahasa Jepang yang berarti penggila hobi. Konotasi dari kata Otaku ini berkesan negatif di negara asalnya. Mengapa demikian? Karena, orang yang disebut Otaku itu dianggap maniak hobi. Hobi para Otaku identik dengan kartun Jepang (anime), komik, cosplay, figma, tokusatsu, video game, idol grup, bahkan kereta. Mereka disebut Otaku karena merelakan semua harta dan waktunya hany untuk keperluan hobi mereka. Otaku juga identik dengan NEET atau biasa disebut pengangguran. Mereka biasanya kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Karena hobinya ini juga mereka dihina dengan sebutan Otaku.
Seiring perkembangannya zaman, sebutan itu juga sudah mulai merambah ke Indonesia. Akan tetapi, mereka malah bangga akan sebutan itu. Seperti yang dapat kita lihat di media sosial. Dengan bangganya mereka menyebut dirinya Otaku. Mungkin karena kebodohan mereka yang menyalahgunakan kata. Di Indonesia, orang yang mengoleksi anime, komik, dan barang-barang lainnya dianggap keren. Karena pemahaman ini, telah membuat ribuan orang Indonesia menjadi bersaing untuk mengoleksi anime bajakan yang mereka download secara gratis di internet. Mereka rela mendownload anime bajakan mereka dan berdiam diri di depan komputer mereka dan berharap mendapatkan sanjungan dari temannya. Tapi yang lebih parah lagi, mereka mendownload anime itu hanya menjadi pajangan di laptop atau komputer mereka. Tak hanya itu saja, mereka juga banyak yang berbicara menggunakan bahasa Indo-Jepang, seolah olah dirinya adalah karakter anime yang sudah ditontonnya semalam. Karena kelakuan ini juga akhirnya muncul istilah baru yaitu "Weaboo". Weaboo hanyalah orang yang menggunakan kedok Otaku dan membuat dirinya lebih keren dimata orang lain.
Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan orang yang berkedok Otaku ini, dari perusahaan anime yang ikut merugi karena semakin banyaknya Weaboo di seluruh dunia, karena semakin banyaknya pembajkan anime yang mereka lakukan. Dibandingkan Otaku yang rela mengantre hanya untuk mendapatkan DVD anime original yang ingin dibelinya.
Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan orang yang berkedok Otaku ini, dari perusahaan anime yang ikut merugi karena semakin banyaknya Weaboo di seluruh dunia, karena semakin banyaknya pembajkan anime yang mereka lakukan. Dibandingkan Otaku yang rela mengantre hanya untuk mendapatkan DVD anime original yang ingin dibelinya.
